Sejarah Desa

RISALAH SEKITAR ASAL USUL DESA PURWOSARI

PENDAHULUAN

Sudah wajar bahwa masyarakat desa purwosari, terutama adalah para pengemban tugas pada pemerintahan di desa purwosari, ingin sekali mengetahui kapankah desa purwosari ini dibangun dan isapa yang pertama kali membangun sebagai pendiri desa purwosari yang tentu saja mempunyai kepribadian khusus yang dapat menumbuhkan rasa  bangga diri dan ingin meneladani sikap dan perbuatannya.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka lembaga musyawarah desa (LMD) Desa purwosari menyadari bahwa sampai tahun 1988 secara resmi Desa purwosari belum mengetahui kapan hari jadi atau asal usul desa purwosari dan siapakah Demang I (Kepala desa/Lurah I Desa Purwosari).

Hal ini juga meruoakan berkat pada para mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) jurusan FISIP yang kebetulan latihan praktek /riset di desa purwosari tentang “PENELITIAN METODE KEMASYARAKATAN” pada bulan agustus tahun 1988, pada suatu saat ada salah seorang mahasiswa menanyakan tentang asal usul desa purwosari.

Dengan kesadaran inilah maka kepala desa (Ach-Nasirin) dengan surat tugas nomor : 01/14/05/1988 tanggal 25 juli 1988, untuk mecrai asal usul desa purwosari.

Dengan dasar surat tugas tersebut maka mulailah malaksanakan tugasnya dengan jalan :

  • Wawancara dengan tokoh masyarakat dan budayawan yang diduga masih keturunan atau ahli waris dari Demang I ( Kepala Desa I Desa Purwosari ).
  • Dari hasil wawancara ternyata menemukan salah seorang tokoh masyarakat yang dianggap mampu untuk menveritakan sejarah asal usul Desa Purwosari yaitu yang bernama Bp.Tarsono (mantan guru SMP negeri).

Dari hasil-hasil tersebut kemudian diolah dengan sistematika sebagai berikut.

  1. Pendahuluan
  2. I

Beberapa kriteria pokok penentuan asal usul, sumber atau dongeng yang tersebar di masyarakat

  • II
  1. Tempat awal pemerintahan dan nama desa purwosari
  2. Riwayat singkat tentang abdi dalem Kyai Purwojati.
  3. III
  4. Kesimpulan
  5. Penutupan

Kami buat sistematika semacam itu dengan harapan semoga para pembaca dapat dengan mudah untuk mempelajari dan memahaminya.

  1. Bab.I

Beberapa kriteria pokok penentu asal usul, sumber atau dongen yang tersebar di masyarakat.

Penentuan asal usul suatu desa, Daerah, Kota atau Kabupaten harus memperhatikan beberapa kriteria pokok, Antara lain:

  1. Dicari yang setua mungkin
  2. Mempu menimbulkan rasa bangga penduduk dan warga masyarakat seuluruhnya.
  3. Mempunyai ciri khas atau identitas yang jelas misalnya sifat gotong royong, tolong menolong kesetian pada pemerintah (Demang, Pemimpn) pejuang yang heroik, Cinta kepada sesame manusia, pengabdian dalam cinta kasih, kesatria, alturuisme (memikirkan orang lain tidak mementingkan diri sendiri) tidak serakah dan bersifat bijaksana dalam memimpin.
  4. Bersifat Indonesia sentris dan bukan neerlande sentris, artinya mrenjadi demang bukan diangkat oleh gubernur jenderal belanda, tetapi diangkat oleh pemerintah atau raja yang berkuasa sebelum datangnya belanda.

Untuk memenuhi kriteria tersebut, sumber prasasti (epigrafi) dan naskah kuno (manuskrip) yang langsung berkaitan dengan desa purwosari atau langsung berkaitan dengan Demang Kyai Purwojati sampai saat ini belum ditemukan.

III. Bab.I

  1. Tempat pemerintahan dan nama desa purwosari menurut cerita/dongeng Bp.tarsono, pedukuhan BUMI GELIS sebagai tempat pertama dibangunnya pusat Kademangan, mengapa diberi nama BUMI GELIS karena pada waktu membangun atau membabat pedukuhan secara cepat atau dalam bahasa jawa dinamakan GELIS, sehingga dinamakan BUMI GELIS oleh Kyai Purwojati

Menurut riwayat yang juga dipercayai oleh masyarakat beliau (Kyai Purwojati) adalah abdi dalem dari Kab.Banyumas, pada waktu itu beliau diberi tugas oleh Bupati R Tumenggung Yudanegara, Patihnya bernama Danureja I sekiat tahun 1755-1799 tugas tersebut untuk membangun atau membabad desa bagian barat, uatara Kab Banyumas sebagai pertahan untuk melawan kompeni, pada tahun 1759.

Disamping membangun tempat tinggal sebagai tempat pedukuhan atau pademangan, juga membanun tempat kesenian jawa yang disebut PANONGAN, asal mula diberi nama PANONGAN adalah mengambil alat peraga yang bernama Kenong.

Ketika sedang sibuk sibuknya membangun pusat pedukuhan/kademangan terjadilah wabah penyakit yang menyerang jiwa manusia,        Sehingga banyak warga masyarakat yang meninggal dunia, termasuk Kyai Purwojarti beserta istri yaitu Nyai Legasari semua korban dimakamkan di Bumi Gelis dan Panongan bingga saat sekarang lokasi tersebut untuk makam umum untuk warga Desa Purwosari dan Desa Kutasari dan diberi nama makam : Panongan dan Makam Bumi Gelis. Guna menentramkan sisa warga masyarakat yang tidak terkena musibah maka warga masyarakat memutuskan untuk pindah ke lokasi lain yaitu sebelah timur dan selatan pedukuhan Bumi Gelis dengan mengambil tanah (pekarangan sengkeran) seluas  guna tempat tinggal para keluarganya. Karena keselamatan warga masyarakat, maka nama depan Kyai Purwojati diambil nama depannya “PURWO” yang artinya Permulaan, sedangkan “SARI” mengambil nama belakang Nyai Legasari, sehingga jadi nama “PURWOSARI” yang berarti PURWO adalah wiwitan(Permulaan) dan SARI adalah RASA. Sebagai peniggalan/tablet yang  masih ada yaitu merupakan Makam Kyai Purwojati yang terletak ditengah-tengah Desa Purwosari, makam tersebut diberi tempat(gubug) yang sampai saat ini sering digunakan untuk tempat sujarah/semedi para warga masyarakat Desa Purwosari dan sekitarnya.Semakin lama penduduk Desa Purwosari, makin tambah sehingga membangun pendukuhan lagi yang diberi nama Dukuh Petir. Dimakan Dukuh Petir karena dulu terdapat pohon yang bernama PETIR.

  1. Riwayat singkat tentang Abdi dalem Kyai Purwojati.

Sampai saat ini riwayat singkat tentang abdi dalem Kyai Purwojati belum diketemukan.

  1. BAB iii
  2. Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat simpulkan sebagai berikut :

  1. Hari jadi (asal-usul) Desa Purwosari adalah sekitar tahun 1759.
  2. Demang I (Kepala Desa I Desa Purwosari) ialah Kyai Purwojati.
  3. Demang/Desa pertama kali dibangun adalah BUMI GELIS dan PANONGAN , sekarang digunakan untuk pemakaman umum untuk Desa Purwosari dan Desa Kutasari.
  4. Penutup

Demikianlah risalah sekitar asal-usul ini kami susun semoga dapat digunakan sebagai gambaran bagi para pembaca.

Daftar jabatan para pemimpin Desa Purwosari dari jabatan Demang sampai Lurah/Penatus,Kepala desa.

NO

NAMA

JABATAN

MASA JABATAN

1

Kyai Purwojati

Demang

 

2

Suradipa

Demang

1795 - 1843

3

Ranudipa

Demang

1844 - 1874

4

Singamerta

Lurah

1975 - 1882

5

Prenacandra

Lurah

1883 - 1888

6

Nayakrama

Lurah

1889 - 1891

7

Djojosukarto

Lurah

1892 - 1944

8

Mustaradji

Lurah

1945 - 1963

9

Partomihardjo

Lurah

1964 - 1967

10

Ach. Nasirin

Kepala Desa

1968 - 1988

11

Suroso

Kepala Desa

1989 - 1990

12

W. Kuswandi

Kepala Desa

1990 -1997

13

Heru Balandi

Kepala Desa

1998 – 2004

14

Sudirman

Kepala Desa

2005 - 2018

15

H. Tarisun

Kepala Desa

2019 – 2025

 

Ketengan :

Jabatan Demang turun temurun, menghitung tahun masa jabatan hal ini berdasarkan Buku Perjanjian Gianti -  Perang Diponegoro. Jabatan Lurah dipilih langsung tanpa biting (sekarang kartusuara) pemilih berdiri/duduk dibelakang calon. Berhenti menjadi kepala desa karena usia lanjut.